Pasuruan//Ankasapost.Id – Gelar budaya yang seharusnya memberikan tampilan yang seharusnya semua bisa bergembira ini malah sebaliknya acara di Desa Oro Oro Ombo Kulon Kec. Rembang di moment karnaval budaya diadakan selama 2 hari malah jadi ajang rusaknya moral, mereka saling serang disaat ada karnaval dan pentas berlangsung dan lakukan tindakan anarkis karena dari sajian yang terkesan ala budaya barat dengan Music Sound Horeg yang begitu memekik ditelinga.
Gus Ujay selaku Ketua LSM P-MDM menyatakan dengan tegas ,”Karnaval di Oro Oro rombo Kulon, kami nilai sangat menciderai budaya jika temanya yang diangkat adalah kebudayaan, apakah budaya Pasuruan dengan adanya musik yang sangat keras sampai tengah malam di warnai dengan joget layaknya sambas”
,”Dan lebih tragisnya lagi banyak pemuda yang terkapar dijalan karena minuman keras karena di tengah tengah kerumunan massa banyak pengecer/penjual miras khususnya minuman arak, dimana pengamanan yang harus menjaga kemungkinan yang tidak diharapkan kami melihat dilokasi tanpa adanya pengamanan dari pihak panitia”,
Selanjutnya ,”sama sekali bahkan ada beberapa kali insiden tawuran kami harap ada teguran keras khususnya pada panitia penyelenggara Kades Hariono
Karena kegiatan yang diadakan tidak mencerminkan budaya Pasuruan”, Pungkas Gus Ujay.
Di lain tempat Kades Hariono membantah pada Awak Media ,”Kejadian semacam itu terus terang sudah diluar wewenang kami dan kami pun sebelumnya juga sudah berkoordinasi dengan APH serta Dinas terkait, yang membuat kisruh pun tersebut dari pihak luar bukan dari warga kami mas”.
Maka atas kejadian semacam ini seharusnya bisa jadi pembelajaran bagi penyelenggara ditahun tahun mendatang agar supaya bisa sebagai bahan pertimbangan yang benar benar jadi prioritas utama, bukan hanya mengutamakan penampilan peserta akan tetapi dari segala resiko tingkat keamanannya juga wajib diperhatikan. (Rief)






