Tanjung,Ankasapost.id,Tim pengabdian Masyarakat UPN Jatim, melakukan pendampingan dan pelatihan menguatkan UMKM desa Tanjungsari melalui Produksi Efisien, Manajemen Modern, dan Pemasaran Berbasis Digital. Di balik meja produksi sederhana, dapur rumahan, hingga usaha kecil yang dikelola penuh ketekunan, tersimpan mimpi besar para pelaku UMKM Desa Tanjungsari Kabupaten Magetan untuk membawa produk mereka dikenal lebih luas. Setiap produk bukan hanya sekadar barang jualan, melainkan hasil dari kerja keras masyarakat yang ingin membangun kehidupan ekonomi yang lebih baik.
Namun, di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, tantangan bagi pelaku UMKM tidak hanya terletak pada kualitas produk. Kemampuan mengelola usaha, meningkatkan efisiensi produksi, serta mengikuti perkembangan teknologi digital menjadi faktor penting agar usaha tetap bertahan dan berkembang.
Melihat kebutuhan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat hadir di Desa Tanjungsari dengan membawa semangat pemberdayaan melalui tema โPemberdayaan UMKM Desa Tanjungsari melalui Optimalisasi Produksi, Manajemen, dan Pemasaran Digital Berbasis SDGs untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi.โ
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026 di Desa Tanjungsari ini melibatkan puluhan pelaku UMKM Desa Tanjungsari sebagai peserta. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan wawasan dan strategi untuk mengembangkan usaha agar lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar modern sekaligus mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Bagi sebagian besar pelaku UMKM, menjalankan usaha merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan ketekunan. Banyak usaha berkembang dari skala kecil dengan modal terbatas, mengandalkan keterampilan keluarga, serta pemasaran dari mulut ke mulut.
Namun, perkembangan dunia usaha saat ini menuntut perubahan cara berpikir. Produk yang berkualitas perlu didukung dengan sistem produksi yang baik, pengelolaan usaha yang terstruktur, serta strategi pemasaran yang mampu menjangkau lebih banyak konsumen.
Dalam kegiatan ini, para peserta diberikan pemahaman mengenai bagaimana melakukan optimalisasi produksi agar usaha berjalan lebih efektif dan efisien. Mulai dari pengelolaan bahan baku, peningkatan kualitas produk, hingga pentingnya menjaga konsistensi hasil produksi.
Selain aspek produksi, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai manajemen usaha. Pengelolaan keuangan, perencanaan bisnis, serta kemampuan membaca peluang pasar menjadi bagian penting agar UMKM tidak hanya berjalan, tetapi mampu berkembang secara berkelanjutan.
Retno Mumpuni, S. Kom., M.Sc. menyampaikan bahwa UMKM memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat apabila mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
โUMKM tidak hanya membutuhkan semangat untuk berjualan, tetapi juga membutuhkan strategi dalam mengelola usaha. Dengan manajemen yang baik dan pemanfaatan teknologi digital, pelaku UMKM dapat memperluas pasar serta meningkatkan daya saing produknya,โ ujar Retno.
Salah satu fokus utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penguatan pemasaran digital. Perubahan perilaku konsumen yang semakin banyak menggunakan platform digital membuat pelaku UMKM perlu hadir di ruang tersebut.
Melalui pemasaran digital, pelaku usaha dapat memperkenalkan produk secara lebih luas tanpa terbatas lokasi. Media sosial, platform perdagangan elektronik, serta berbagai saluran digital lainnya menjadi peluang baru untuk meningkatkan penjualan.
Peserta diajak memahami bahwa teknologi bukan sesuatu yang sulit dijangkau, melainkan alat yang dapat membantu perkembangan usaha apabila digunakan secara tepat.
Selain meningkatkan keuntungan ekonomi, pendekatan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Pemberdayaan UMKM tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan berkembangnya UMKM lokal, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memperoleh peluang ekonomi dan mampu meningkatkan kesejahteraan bersama.
Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari para peserta. Puluhan pelaku UMKM Desa Tanjungsari mengikuti kegiatan dengan antusias, berdiskusi mengenai berbagai tantangan usaha yang mereka hadapi, serta menggali solusi untuk mengembangkan bisnis mereka.
Bagi para pelaku usaha, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
Kepala Desa Tanjungsari, Suroso, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, penguatan kapasitas UMKM menjadi langkah penting dalam membangun kemandirian ekonomi desa.
โKami sangat mendukung kegiatan ini karena memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan sehingga usaha masyarakat semakin berkembang dan mampu meningkatkan perekonomian Desa Tanjungsari,โ ungkap Suroso.
Ia berharap kegiatan pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga mampu menciptakan perubahan nyata dalam pengelolaan usaha.
Pemberdayaan UMKM Desa Tanjungsari menjadi gambaran bahwa perkembangan ekonomi tidak hanya berasal dari pusat kota, tetapi juga dapat tumbuh dari desa melalui inovasi dan kolaborasi.
Optimalisasi produksi, penguatan manajemen, dan pemanfaatan pemasaran digital menjadi langkah penting agar UMKM mampu menghadapi persaingan yang semakin dinamis.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, para pelaku UMKM Desa Tanjungsari diharapkan semakin percaya diri untuk mengembangkan usahanya. Produk lokal tidak lagi hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Karena di balik sebuah usaha kecil, terdapat cerita perjuangan, kreativitas, dan harapan besar untuk masa depan. Dari Desa Tanjungsari, langkah menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat mulai dibangunโsatu produk, satu inovasi, dan satu perubahan kecil pada setiap pelaku UMKM.(Red)






