LAMONGAN,Ankasapost.id- Pekerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Jalan Raya Banyubang, Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, menjadi perhatian dan perlu mendapat penjelasan terbuka dari pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Dokumentasi lapangan bertanggal 30 September 2026 memperlihatkan kondisi tanah dan material batu di sekitar area pekerjaan. Sementara itu, berdasarkan keterangan yang disampaikan, keberadaan papan informasi proyek juga dipertanyakan. Kondisi ini mendorong perlunya penelusuran lebih lanjut terhadap transparansi anggaran, spesifikasi teknis, penerapan keselamatan kerja, serta mekanisme pengawasan proyek.
Papan Informasi Proyek: Hak Publik untuk Tahu
Papan informasi bukan sekadar pelengkap administrasi. Informasi mengenai sumber anggaran, nilai pekerjaan, pelaksana, waktu pengerjaan, dan instansi penanggung jawab merupakan bagian penting dari keterbukaan pembangunan.
Jika papan informasi memang tidak tersedia di lokasi proyek, pihak pelaksana dan instansi pemberi pekerjaan perlu menjelaskan alasannya.
Masyarakat berhak mempertanyakan: berapa nilai anggaran yang digunakan, siapa pelaksana pekerjaan, dan siapa yang bertanggung jawab memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan?
Mutu Material Jangan Hanya Berdasarkan Penampilan
Foto dokumentasi memperlihatkan material batu dengan ukuran dan bentuk beragam serta kondisi tanah di sekitar pekerjaan. Namun, kondisi visual tersebut belum cukup untuk menyimpulkan apakah material memenuhi atau menyimpang dari spesifikasi teknis.
Karena itu, pemeriksaan lebih mendalam diperlukan untuk mengetahui kesesuaian jenis dan mutu batu, kualitas bahan pengisi, komposisi material, serta metode pemasangan dengan dokumen perencanaan dan kontrak pekerjaan.
Khusus untuk konstruksi TPT, aspek fondasi, sistem drainase, pemadatan, dan stabilitas struktur juga perlu diperiksa oleh tenaga teknis yang kompeten.
Jangan sampai pembangunan yang menggunakan uang publik hanya dinilai dari hasil yang tampak di permukaan, sementara mutu dan ketahanan konstruksi tidak diperiksa secara menyeluruh.
K3 dan Pengawasan Lapangan Perlu Diklarifikasi
Selain mutu konstruksi, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga perlu menjadi perhatian. Pemeriksaan lapangan diperlukan untuk memastikan apakah perlindungan pekerja, pengamanan area, dan langkah pencegahan risiko telah diterapkan sesuai ketentuan yang relevan.
Pengawasan dari konsultan pengawas maupun instansi terkait juga patut diklarifikasi. Apakah pekerjaan telah diperiksa secara berkala? Apakah material dan metode pelaksanaan telah sesuai dengan spesifikasi? Apakah dokumentasi pengawasan tersedia?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting untuk memastikan pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memenuhi persyaratan mutu dan keselamatan.
Empat Pertanyaan yang Menunggu Jawaban
Untuk memperjelas persoalan ini, ada empat hal yang perlu mendapat jawaban resmi:
Transparansi: Apakah papan informasi proyek tersedia dan dapat diakses masyarakat?
Anggaran: Berapa nilai kontrak, sumber dana, serta siapa pelaksana pekerjaan?
Kualitas: Apakah material dan metode konstruksi telah sesuai dengan spesifikasi teknis?
Pengawasan: Bagaimana penerapan K3 dan pemeriksaan mutu dilakukan selama pekerjaan berlangsung?
Jawaban atas pertanyaan tersebut perlu didukung dokumen proyek, keterangan pihak terkait, dan pemeriksaan teknis apabila diperlukan.
Jangan Tunggu Kerusakan Baru Bertindak
Pembangunan infrastruktur seharusnya memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Karena itu, keterbukaan informasi, pengawasan, dan pengujian mutu tidak boleh dianggap sebagai formalitas belaka.
Pemerintah desa, pelaksana proyek, konsultan pengawas, serta instansi pemberi pekerjaan perlu memberikan klarifikasi agar persoalan ini tidak berkembang menjadi spekulasi publik.
Hingga ada hasil pemeriksaan teknis dan keterangan resmi, dugaan ketidaksesuaian material maupun pelanggaran aturan belum dapat dinyatakan terbukti.
Uang publik harus dapat dipertanggungjawabkan. Mutu pembangunan harus dapat diperiksa. Dan setiap dugaan penyimpangan harus dijawab dengan data, bukan sekadar pernyataan.






