Pemerintah Kabupaten Jombang dan PT Kawasan Ploso Jalin Kesepakatan Bersama untuk Percepatan Pembangunan Kawasan Industri

  • Whatsapp

Jombang, Ankasapost.idPemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang resmi menjalin kerja sama dengan PT Kawasan Ploso melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama (KSB) tentang Pengembangan dan Pemanfaatan Sumber Daya untuk Mendukung Program Pembangunan di Kabupaten Jombang, di Utara Brantas. Penandatanganan nota kesepahaman ini berlangsung pada Rabu, 7 Oktober 2026, di Ruang Swagata Pendopo Kabupaten Jombang.

 

Bacaan Lainnya

 

Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani langsung oleh Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si., bersama Direktur Utama PT Kawasan Ploso, Wihardi Hosen. Kesepakatan ini berlaku selama 5 (lima) tahun ke depan dan berfokus pada lima pilar diantaranya, optimalisasi sumber daya daerah, penguatan ekonomi lokal, peningkatan investasi dan penyerapan lapangan kerja, serta dorongan terhadap pembangunan berkelanjutan demi mewujudkan Jombang yang lebih maju.

 

 

Langkah ini menjadi penanda penting bagi keberlanjutan proyek Kawasan Industri Ploso yang telah berproses sejak tahun 2012. Lahan seluas 350 hektar di Ploso kini siap memasuki babak baru pembangunan setelah melewati masa persiapan selama 14 tahun. Direktur PT Kawasan Ploso, Wihardi Hosen, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas dukungan dari jajaran Pemkab Jombang.

 

 

“Izin lokasi kami dapatkan sejak tahun 2012. Berkat ridho Allah SWT dan dukungan luar biasa dari Abah Bupati serta seluruh jajaran Pemkab Jombang di tahun 2026 ini, kami siap melangkah ke tahap selanjutnya. Rencananya, ground breaking akan dilaksanakan pada 23 Oktober mendatang sebagai titik awal pembangunan kawasan industri ini,” ujar Wihardi Hosen saat beraudiensi bersama Bupati Jombang.

 

 

Wihardi menambahkan, kawasan industri di Jombang merupakan kawasan industri ketiga yang dikembangkan oleh kelompok usahanya setelah Mojokerto dan Batang. Kehadiran kawasan industri ini diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus nasional.

 

 

“Secara nasional, total luas kawasan industri efektif di Indonesia sekitar 100.000 hektar, tetapi mampu menyerap lebih dari 2,5 juta tenaga kerja langsung dan mendatangkan investasi hingga lebih dari Rp7.000 triliun. Oleh karenanya kami optimistis kawasan industri di Jombang ini akan berkembang sangat baik dan menjadi yang terbaik dari yang pernah kami bangun sebelumnya,” jelasnya.

 

 

Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan komitmen Pemkab Jombang untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, memangkas hambatan birokrasi, serta membantu penyediaan sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan investor.

 

 

“Kami sangat mendukung berdirinya kawasan industri ini karena sejalan dengan visi-misi kami bersama Gus Wabup, untuk menarik investor, baik lokal maupun mancanegara. Kami ingin Jombang dikenal sebagai daerah yang ramah investor,” tegas Bupati Warsubi.

 

 

Bupati Jombang Warsubi mengajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga kondusivitas Kabupaten Jombang serta menjamin kemudahan layanan investasi, agar investor tidak lari dari Jombang. Selain itu, pemerintah Kabupaten Jombang juga harus fokus pada penyiapan sumber daya manusia (SDM) lokal melalui pelatihan terarah bagi lulusan SMA dan SMK agar siap diserap oleh industri di Kawasan Ploso.

 

 

“Alhamdulillah, pada tahun 2025 Jombang berhasil meraih peringkat ketiga dalam upaya penurunan angka pengangguran di tingkat regional Jawa-Bali. Dengan adanya pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan Kawasan Industri Ploso dan kolaborasi ini, kita optimistis lapangan kerja akan terbuka lebar bagi masyarakat Jombang,” pungkas Warsubi.

 

 

Melalui sinergi antara pemerintah Kabupaten Jombang dan pelaku usaha, kehadiran Kawasan Industri Ploso diharapkan mampu memicu pemerataan ekonomi, membuka puluhan ribu lapangan kerja baru, serta mendorong kemajuan Kabupaten Jombang secara berkelanjutan.

 

 

Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati Jombang Salmanudin (Gus Salman), Sekdakab Jombang Agus Purnomo S.H., M.Si, para Asisten, Staf Ahli, dan Kepala OPD lingkup Pemkab Jombang, perwakilan dari pihak PT Kawasan Ploso Wihardi Hosen (Direktur Utama PT Kawasan Ploso), PT Intiland, Achmad Andi Yusuf dan Moch. Bintoro.(Din)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *