Pasuruan//Ankasapost.Id – Dalam hal ini Aliansi Poros tengah melakukan aksi damai di depan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Kota Pasuruan di Jalan PB Sudirman Kota Pasuruan, yang menyayangkan system SPMB tahun ajaran ,2026 yang diduga sangat amburadul dan carut marut. Senin, 22/06/2026 pukul 10.00 wib.
Pasalnya Mudrik anggota Aliansi Poros Tengah saat press rilis pada bolo bolo media menyatakan “Kami sangat menyayangkan atas ketidakjelasan system SPMB tahun ini, acuan awal adalah dimana mereka ikut di jalur domisili itu pun juga rancu jelas jelas yang tidak keterima itu radius rumahnya dengan Sekolahan hanya 500 meter dan calon lainnya jarak rumahmya dengan sekolahan 1500 meter malah semakin jauh bisa keterima bagaimana kalau seperti itu saya bisa pastikan dengan ada banyak titipan bisa kami pastikan dalam kasus ini”, Tegas Mudrik.
Demikian pula Syaiful Arif Ketua Aliansi Poros Tengah Pasuruan menambahkan “Kalau dalam hal ini tidak ada kepastian maka kami akan melakukan Demo besar besaran untuk meminta kepastian pelaksanaan SPMB harus transparant dan terbuka, apalagi Kepala Cabdin Erwan Sucahyo tidak mau temui kami apa maksudnya, niat baik kami malah diabaikan”, Singkatnya.
Lain lagi menurut Lukman sebagai pelaksana SPMB dari kantor Cabdin Jawa Timur memaparkan “Kalau system SPMB ini sudah sesuai dengan aturan yang ada dan kami hanya menjalankan sebagai pelaksana saja seperti tahapan yang sudah jalan mulai Jalur Domisili, Afirmasi, Prestasi dan Mutasi Tugas kesemuanya kan harusnya diikuti tahapannya”, pungkas Lukman pada Awak media. (Rief)






