Banyuwangi – Ankasapost.Id // Pengangkatan Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi menggantikan Ir. Guntur Priambodo patut diapresiasi sebagai bagian dari proses regenerasi dan penguatan tata kelola pemerintahan daerah.
Sebelum dipercaya menduduki jabatan Sekda, Dr. Suyanto dikenal memiliki pengalaman panjang dalam perencanaan pembangunan daerah melalui perannya di Bappeda Banyuwangi.
Aktivis filsafat logika berpikir, Raden Teguh Firmansyah, menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan besar agar kepemimpinan baru di lingkungan Sekretariat Daerah mampu menghadirkan birokrasi yang lebih jujur, rasional, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Menurut Raden Teguh Firmansyah, jabatan Sekda bukan sekadar posisi administratif, melainkan pusat koordinasi birokrasi yang menentukan arah moral dan budaya kerja pemerintahan.
“Saya mengapresiasi pengangkatan Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono sebagai Sekda Banyuwangi. Namun apresiasi tidak boleh menghilangkan fungsi kritik. Justru karena jabatan ini sangat strategis, maka pengawasan publik harus semakin kuat.”
Dalam perspektif filsafat logika berpikir, kata Raden, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan perencanaan, tetapi juga oleh kejujuran para pengambil kebijakan.
“Kebohongan dalam birokrasi tidak selalu dimulai dari skandal besar. Kerusakan sering lahir dari kebohongan-kebohongan kecil yang dianggap sepele. Ketika pejabat mulai terbiasa menyembunyikan fakta, memutarbalikkan informasi, atau memberikan janji yang tidak sesuai kenyataan, maka sesungguhnya fondasi kepercayaan publik sedang retak.”
Ia menegaskan bahwa secara logika, kebohongan sekecil apa pun akan menciptakan rantai persoalan yang lebih besar di kemudian hari.
“Dalam logika berpikir, satu kebohongan akan membutuhkan kebohongan lain untuk menutupinya. Semakin banyak kebohongan, semakin jauh birokrasi dari fakta. Ketika birokrasi kehilangan fakta, maka kebijakan yang lahir bukan lagi solusi, melainkan potensi masalah baru.”
Raden juga mengingatkan bahwa masyarakat Banyuwangi membutuhkan pemimpin birokrasi yang berani mengatakan benar sebagai benar dan salah sebagai salah, bukan pejabat yang hanya pandai menyusun narasi tanpa keberanian menghadapi kenyataan.
“Sekda harus menjadi penjaga integritas birokrasi. Jangan sampai laporan di atas meja berbeda dengan kenyataan di lapangan. Jangan sampai angka-angka terlihat indah dalam dokumen, tetapi rakyat masih mengeluhkan pelayanan yang lambat, pembangunan yang tidak merata, atau aspirasi yang tidak didengar.”
Lebih lanjut, ia menilai bahwa jabatan baru ini merupakan ujian besar bagi Dr. Suyanto untuk membuktikan bahwa birokrasi Banyuwangi masih memiliki komitmen terhadap kejujuran dan akuntabilitas.
“Banyuwangi tidak membutuhkan birokrasi yang pandai mempercantik laporan. Banyuwangi membutuhkan birokrasi yang berani mengakui masalah dan menyelesaikannya. Karena kemajuan daerah tidak dibangun di atas pencitraan, melainkan di atas fakta, kerja nyata, dan kepercayaan masyarakat.”
Di akhir pernyataannya, Raden Teguh Firmansyah berharap kepemimpinan Sekda yang baru mampu menjadi teladan moral bagi seluruh aparatur sipil negara di Banyuwangi.
“Selamat kepada Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono atas amanah barunya. Jadilah Sekda yang berpijak pada kebenaran, bukan kenyamanan. Sebab dalam filsafat logika berpikir, kebenaran mungkin terkadang tidak menyenangkan, tetapi kebohongan sekecil apa pun akan selalu menjadi awal dari keruntuhan yang lebih besar.”
( Ined )






