Pasuruan//Ankasapost.Id-Sikap yang terkesan menutup diri dari dunia luar bagi Lapas Kelas IIB Pasuruan yang notabene selama ini sudah bersinergi aktif dengan media dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan baru baru ini juga mencuat pemberitaan tentang kotoran manusia yang diduga dari Lapas.
Saat dikonfirmasi pihak Humas Lapas Memet terkesan sangat menutup diri dan tidak mau angkat telepon dari pihak media, berulang kali seperti itu apa maksut dan tujuannya?, kalaupun hal ini dianggap persoalan besar seharusnya pihak Lapas Kelas IIB Pasuruan membuka diri dari pertanyaan para insan pers, bukan malah menutup seluruh akses yang ada.
Kapala Lapas Kelas IIB Pasuruan Fahmi Ratezya Suratman juga tidak bisa dihubungi malahan dari Ketua Umum LSM P-MDM Gus Ujay sangat mengecam keras perihal kasus limbah menjelaskan,”Terkait ramainya pemberitaan pembuangan kotoran manusia di area Lapas sungguh kami sayangkan jika sekelas Lapas saja membuang tinja tanpa adanya regulasi yang jelas dan lebih kami sayangkan pihak Lapas yang tidak bisa kami ajak koordinasi kami kira di dalam Lapas sudah lengkap jajaran kepengurusan serta jembatan komunikasi baik dengan pihak Media dan LSM”,
Selanjutnya Gus Ujay menyampaikan ,”Tapi sampai detik ini tidak ada konfirmasi seolah pihak lapas membenarkan dengan adanya pembuangan kotoran manusia di sungai area Lapas, bahkan pihak media sudah berusaha menghubungi Humas lapas tapi lagi-lagi Humas lapas tidak bisa diajak komunikasi bahkan sebatas balas chat teman media saja se olah enggan maka dengan tidak kondusif nya media dengan pemberitaan sehubungan lapas ini tidak jauh Humas Lapas tidak bisa kita ajak kordinasi dan komunikasi”,
,”Kami dari LSM P-MDM siap akan kirim surat untuk audensi agar masalah ini jelas dengan secara terbuka jika Lapas memang benar dengan dugaan membuang kotoran manusia ke sungai maka pihak Lapas harus mempertanggung jawabkan secara hukum yang ada dan kami juga berharap ke pihak Lapas jika petugas humas lapas tidak sesuai dengan SOPnya maka wajib Humas Lapas di copot dari jabatannya”, Pungkas Gus ujay. (Rief)






