MBG Bukan lagi Program Melainkan Proyek Bancaan Para Elit.

  • Whatsapp

Lampung Ankasa Post, Id.Lagi lagi program Pemerintah yang sedang di gadang gadang melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru menuai keluh kesah dari Masyarakat, yang kesemua itu lantaran adanya jenis menu yang di bagikan dianggap tidak sesuai terlebih bagi para anak didik menu tersebut banyak yang terbuang dan hanya sebagian yang di ambil atau dipilih yang menurut mereka selain dari cita rasa masakan juga terdapat jenis menu yang tidak sesuai, sehingganya terkesan makanan yang tersebut dapat di bilang banyak yang mubazir.

 

Bacaan Lainnya

Dengan adanya makan gratis yang setiap hari yang menjadi sajian unggulan guna mencerdaskan anak Bangsa justru semua itu menjadikan buah bibir bagi anak didik maupun para orang tua lantaran makanan yang di salurkan sangat tidak sesuai. terlebih pada penyaluran makanan kering yang di bagikan pada hari libur dan bulan suci ramadhan yang di bagikan dengan sistem sekali pembagian di peruntukan untuk tiga hari. sementara makanan yang di bagikan berupa roti basah dan telor rebus yang notabenya makanan tersebut mudah basi atau bau.

 

Miris dan ironi yang ternyata program MBG justru di jadikan sebuah proyek bagi para elit.yang sehingga program tersebut bukan semata mata untuk mencerdaskan anak bangsa melainkan hanya untuk mengeruk keuntungan pribadi maupun golongan semua itu terlihat bagaimana dalam sebuah makanan yang di bagikan kepada penerima manfaat.

 

Keuntungan ternyata lebih utama diatas tanggungjawab bagi pengelola MBG semua itu terlihat dengan dan tanpa adanya untuk memikirkan dampak maupun resiko dari sebuah makanan yang di salurkan.yang sering para penerima manfaat harus menerima makanan yang tak layak kosumsi baik mulai dari sayuran hingga buah buahan yang sehingga kerap sekali atau dapat di bilang setiap hari di sekolah justru makanan tersebut numpuk di tong sampah atau bahkan berserakan.

 

Bila saja Pemerintah lebih bijak dan mengerti dan bila Masyarakat untuk memilih dapat di pastikan lebih baik masyarakat menerima uang tunai dari pada harus menerima makanan.karena dengan adanya penyaluran uang tunai setidaknya Pemerintah tidak membuka peluang bagi para pelaku koruptor dan atau setidaknya tidak menjadikan kesenjangan di tengah tengah Masyarakat.(Ami Bambang)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *