Pasuruan//Ankasapost.Id -Audensi oleh Aliansi Poros Tengah pimpinan Syaiful dari bersama gabungan NGO sepasuruan raya yang dilaksanakan pada hari ini Senin, 15/06/2206 pada pukul 10.00 wib yang akhirnya berakhir ricuh dan gebrak meja tanpa keputusan yang jelas.
Malahan disaat Ketua Aliansi Poros Tengah Pasuruan Raya Syaiful Arif saat menyampaikan keluhan dan aspirasinya dari pihak Kacabdin Jawa timur Pasuruan yang terkesan cengengesan dan terkesan meremehkan bolo bolo NGO dan Media yang juga meliput audensi system SPMB 2026.
Kericuhan terjadi itu menurut salah peserta audensi di ruang rapat lantai 2 Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Pasuruan dimana Kepala Cabdin Erwan Sutjahjo juga tidak ada ditempat karena dinas luar yang diwakili oleh Lukman dan Sungko beserta salah satu staff, mereka terkesan cengengesan dan meremehkan.
Disaat audensi telah dimulai dan terkesan tidak peduli dengan polemik SPMB bahasanya adalah “kami dari Kantor Cabdin dalam menjalankan tugas yang juga diawasi oleh KPK, dan selama ini tidak ada permainan dalam SPMB saya jamin itu” ungkap Sungko sambil ketawa ketawa gak enak.
Dilanjutkan oleh Mudrik, Yudi dan Edy Ambon terjadi debat keras hingga meja audensi digebrak dengan sangat keras sekali, karena pihak Cabdin menganggap polemik SPMB 2026 jalur Domisili yang sudah berlangsung system semrawut dan amburadul sangat tidak sesuai dengan realitanya hingga pihak alinasi Poros Tengah sampai keluar ruangan dengan tidak ada keputusan yang jelas. (Rief)






