Program MBG Bawa Angin Segar, Petani Pisang Lokal Lamongan Ketiban Rezeki yang sangat melimpah

  • Whatsapp

Lamongan,Ankasapost.id— Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak positif bagi pemenuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga memberikan multiplier effect yang nyata bagi perekonomian warga lokal. Salah satu kelompok masyarakat yang merasakan langsung dampaknya adalah para petani pisang di daerah.

 

Bacaan Lainnya

Khusus nya kemitra’an di dapur desa Lopang kecamatan tikung Lamongan Selama ini, petani kerap mengeluhkan kendala harga yang fluktuatif dan rantai distribusi yang panjang. Namun, sejak masuknya pisang sebagai salah satu menu buah rutin dalam porsi MBG, permintaan pasar terhadap komoditas pisang lokal melonjak tajam dan stabil.

 

Kasiran(65), seorang petani pisang dari Lamongan, mengaku sangat terbantu dengan adanya kebijakan penyerapan bahan pangan lokal untuk MBG ini.

 

“Dulu kalau panen raya, bingung mau jual ke mana karena harga sering jatuh di tingkat tengkulak. Sekarang pasokannya jelas, dapur MBG butuh ribuan buah pisang setiap minggunya. Hasil panen kami langsung diserap dengan harga yang masuk akal dan adil,” ujar Kasiran saat ditemui di kebunnya.

 

Penyerapan pisang lokal oleh Satuan Pelayanan MBG di berbagai wilayah membuktikan bahwa program ini dirancang untuk memberdayakan rantai pasok lokal. Dengan mengutamakan hasil tani dari desa sekitar, pendapatan para petani naik signifikan dan memberikan jaminan kepastian pasar yang selama ini dinanti.

 

Pemerintah terus mendorong agar setiap unit pelayanan dapur MBG bermitra langsung dengan kelompok tani (Poktan) maupun UMKM lokal. Langkah ini diharapkan tidak hanya menyehatkan generasi muda penerus bangsa, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian dari pelosok desa.Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *