Dear Warga Jombang, RSUD Hadirkan Layanan Digital untuk Tidak Perlu Lama Lagi Ambil Obat

  • Whatsapp

Jombang,Ankasapost.Id-Antrean panjang di depo farmasi kerap menjadi keluhan pasien rumah sakit. Menjawab persoalan itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang menghadirkan terobosan layanan digital bertajuk Obat e-Sipeno. Lewat inovasi ini, pasien tak lagi harus menunggu lama untuk mengambil obat.

 

Bacaan Lainnya

 

Terobosan tersebut diperkenalkan dalam talkshow yang digelar Humas RSUD Jombang. Kepala Instalasi Farmasi RSUD Jombang, Apoteker Ngoli Suriani S.Si., mengatakan pelayanan kefarmasian di RSUD Jombang terus dikembangkan sesuai standar yang berlaku.

 

 

“Kami berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jadi seluruh proses sudah sesuai regulasi,” ujar Ngoli.

 

 

Ia menjelaskan, pelayanan instalasi farmasi mencakup pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai, mulai dari pemilihan obat, perencanaan kebutuhan, pengadaan, penyimpanan, distribusi, hingga pengendalian dan administrasi.

 

 

Selain itu, layanan farmasi klinik juga diberikan kepada pasien, seperti pengkajian dan pelayanan resep, penelusuran penggunaan obat, pelayanan informasi obat, hingga visite apoteker untuk pasien rawat inap. Setiap penyerahan obat pun disertai edukasi agar pasien memahami aturan pakainya.

 

 

RSUD Jombang melayani pasien rawat jalan maupun rawat inap. Untuk rawat jalan, tersedia Depo Pasien Umum, Depo BPJS, dan Depo IGD. Pelayanan rawat jalan dibuka Senin hingga Jumat pukul 07.30–15.30 WIB.

 

 

Namun yang menjadi sorotan utama adalah layanan digital e-Sipeno. Melalui sistem ini, pasien dapat memantau proses penyediaan obat secara real time tanpa harus menunggu di area farmasi.

 

 

Caranya, pasien cukup menyerahkan boarding pass kepada petugas FRS di Depo BPJS. Setelah mendapatkan nomor antrean pengambilan obat, pasien dapat memindai QR code yang tertera atau mengakses laman sirs.rsudjombang untuk melihat status resepnya.

 

 

Di dalam sistem, pasien bisa memantau tahapan mulai dari menunggu diproses, dispensing, labeling, obat siap, hingga obat sudah diambil.

 

 

“Dengan e-Sipeno, pasien bisa meninggalkan rumah sakit sementara untuk keperluan lain, lalu kembali saat obat sudah siap. Tidak perlu duduk menunggu lama,” jelas Ngoli.

 

 

Obat tetap dilayani pada hari yang sama. Untuk resep obat penyakit akut dengan ketentuan tujuh hari, pengambilan maksimal dilakukan dalam tujuh hari kalender sejak resep diterima petugas farmasi.

 

 

Selain obat e-sipeno ada inovasi sipeno aktif (Sistem pengantaran obat secara aman dan efektif), dengan menggandeng PT POS dalam pengantaran obat pasien sampai ke alamat pengiriman sesuai dengan permintaan pasien.

 

 

Melalui inovasi ini, RSUD Jombang berharap pelayanan semakin efisien, antrean berkurang, dan kenyamanan pasien meningkat.

 

 

“Kami ingin pelayanan farmasi lebih cepat, transparan, dan memudahkan masyarakat,” pungkas Ngoli.(Din)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *