Pasuruan//Ankasapost.Id – Polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kidul Dalem, Desa Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, semakin memanas. Selain kualitas menu yang terus dikeluhkan, kini muncul dugaan pernyataan kontroversial dari pihak terkait yang memicu reaksi keras wali murid.
Sejumlah orang tua siswa kembali menyuarakan kekecewaan terhadap menu MBG yang dinilai tidak memenuhi standar gizi. Mereka menilai makanan yang diberikan cenderung minim protein dan tidak bervariasi.
“Ini bukan makan bergizi, tapi seperti jajan seadanya. Anak-anak butuh protein dan vitamin, bukan sekadar kenyang,” ujar salah satu wali murid.
Tak hanya soal kualitas makanan, wali murid juga menyoroti adanya dugaan pernyataan dari seorang perempuan berinisial RT, yang disebut sebagai istri pemilik dapur MBG Kidul Dalem sekaligus oknum guru di salah satu MTs di 04 Pasuruan Wonorejo.
Menurut keterangan wali murid, RT sempat menyampaikan kepada siswa bahwa program MBG tidak diganti dalam bentuk uang karena dikhawatirkan akan disalahgunakan.
“Katanya kalau MBG diganti uang, takutnya nanti uangnya dibelikan yang lain seperti perhiasan,” ujar salah satu wali murid, menirukan pernyataan yang disampaikan kepada siswa.
Pernyataan tersebut sontak menuai reaksi dari para orang tua. Mereka menilai ucapan tersebut tidak pantas disampaikan, apalagi kepada anak-anak, karena terkesan merendahkan wali murid.
“Kalau memang ada kekhawatiran, seharusnya disampaikan dengan bijak, bukan seperti itu. Ini justru menyinggung perasaan kami sebagai orang tua,” tambah wali murid lainnya.
Selain itu, wali murid juga kembali menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan program MBG, mulai dari anggaran hingga kualitas bahan makanan yang digunakan.
Hingga saat ini, pihak penyelenggara maupun instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi terkait polemik yang berkembang. Warga berharap ada evaluasi menyeluruh agar program MBG benar-benar memberikan manfaat sesuai tujuan awalnya.
“Program ini bagus, tapi pelaksanaannya harus serius. Jangan sampai anak-anak jadi korban,” pungkas salah satu wali murid.(Rief)






