Metro Ankasa Post Id-Lagi lagi Pemkot Metro mulai mengundang gelombang demo pihak P3K Paruh Waktu Dinas lingkungan hidup (DLH) lantaran di anggap Pemkot Kota Metro telah dan dengan sengaja mengurangi uang THR bagi Pegawai Paruh Waktu yang sehingga dengan adanya hal tersebut memantik kejengkelan bagi para pekerja paruh waktu dengan menggeruduk Kantor DPRD, guna menyampaikan aspirasi mereka atas ketidaksesuaian atas pemberian THR atau Tunjangan Hari Raya idul Fitri yang seyogyanya harus sesuai dengan gaji satu bulan Rp.1 juta 200 ribu , ini malah sebaliknya THR yang diterima mereka hanyalah sebesar Rp 300 ribu rupiah saja.
Sebagaimana Hal tersebut
disampaikan oleh Siswanto selaku ketua koordinator P3K Paruh Waktu Dinas lingkungan hidup Kota Metro, ia menyayangkan atas sikap Pemkot Metro yang memberikan THR, tidak sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan untuk kota metro ini.yang sehingga Kami selaku P3K Paruh Waktu dari dinas lingkungan hidup berjumlah 180 lebih, sangat kecewa atas apa yang diberikan oleh Pemkot Metro berupa THR yang besaran nilainya hanya 300 ribu rupiah saja , itu tidak wajar karena kadang-kadang kami untuk istirahat aja harus dengan waktu yang sudah ditentukan dan dikejar oleh waktu ,” ucap Siswanto di depan awak media (16/03/2026).
Selanjutnya ia menambahkan,saya mewakili kawan kawan dari dinas lingkungan hidup khususnya P3K Paruh Waktu agar dipertimbangkan untuk pemberian THR nya dan berharap agar pihak DPRD Kota Metro dapat mendesak Pemkot Metro untuk segera memberikan THR yang sesuai dan wajar, dengan pekerjaan kami yang selalu bertentangan dengan alam,” jelasnya Siswanto.
Harapan besar bagi para P3K Paruh Waktu dinas lingkungan hidup Kota Metro, agar apa yang mereka ajukan untuk segera pihak DPRD Kota Metro dapat memberikan jalan terbaik bagi para P3K Paruh Waktu menjelang idul Fitri ini dan agar para dewan dapat memperjuangkan hak hak prioritas para P3K Paruh Waktu yang ada dikota metro ini.
Dari apa yang terjadi saat ini di Pemerintahan Kota di bawah kepemimpinan Wali Kota Bambang Imam Santoso dengan menorehkan berbagai catatan peristiwa mulai dari OPD hingga Wali Kota sudah barang tentu Kota Metro sedang tidak baik baik saja dan atau sedang sakit dalam pemerintahan.(Ami Bambang)






